Saturday, August 13, 2016

When the Door Was Opened (Hati)

Saat pintu sudah terbuka
Ruangan 1

Hati…, dia punya sisi unik, kadang menyukai, kadang tidak. Kadang menghakimi, kadang membela. Kadang ia terluka dan ia menyembuhkan luka itu sendiri. Hatiku, bahkan menjadi sebuah rahasia terbesar sendiri untukku. Siapa yang ku sukai, siapa yang bisa menyenangkannya.


Jangan pernah mencoba terlalu mengertinya, dia tidak punya jendela, dia gelap dan mengerikan, kamu akan melihat diri seseorang dari hatinya. Apakah tulus?, apakah munafik?. Saat seseorang membuka hatiku, dia akan melihat bagian paling dalam diriku, bagian paling tersembunyi, tetapi bagian yang paling setia untuk dapat dimiliki.

Hatiku…, sampai sekarang tidak ada yang bisa menjadikan itu sebagai tempat ternyamannya. Walau sudah banyak yang membuka dan mencoba masuk, tetap saja mereka belum mempunyai komitmen. Jangan terlalu dalam masuk ke sisi-sisinya, hatiku seperti labirin. Jika kalian sudah masuk, maka kalian akan sulit untuk keluar. Saat kalian sudah masuk, kemudian mencoba berkeliling dan penasaran dengan apa yang ada didalamnya, pintu masuk tadi akan tertutup secara otomatis, dan terkunci kembali, kemudian kunci itu akan aku sembunyikan di dalam labirin. Saat kalian menjelajahi labirin itu, disitulah hatiku akan menyaring, apakah kalian orang yang tepat atau bukan? Hanya ada satu jalan masuk, begitu juga untuk jalan keluar.

Siapa yang ingin terjebak di dalam hatiku?

Jika aku mengetahui kalau kalian tidak ingin terjebak, saat rasa penasaran tadi perlahan-lahan telah menghilang sejalan dengan berapa sisi yang kalian sudah jelajahi disana. Jangan takut, aku yang akan dengan perlahan menarik kalian keluar. Hatiku tidak membutuhkan orang yang lelah, dia tidak terlalu tertarik dengan orang yang mudah menyerah.

Tapi saat ada seseorang yang benar-benar mau terjebak di dalamya, selalu penasaran akan sudut-sudut lainnya. Aku akan terus menyembunyikan kuncinya, aku tidak ingin melepasnya, aku akan buat lebih banyak lagi sisi-sisi labirin yang lebih rumit, sehingga ia lebih lama ada di dalam hatiku. Sampai saat aku melihat kesabarannya untuk melihat semua sisi di dalam hatiku. Maka di dalam hati yang gelap tadi, akan aku pasangkan jejeran cahaya yang membuatnya lebih tenang, lebih terang, jauh akan ketakutan. Aku akan menuntunnya dengan cahaya itu ke suatu sisi yang aku sediakan khusus untuknya. Suatu sisi yang lebih ceria, satu sisi yang bisa membuatnya nyaman.

Tapi hatiku tidak akan menjadi tamak akannya. Pintu yang semula terkunci akan selalu terbuka, dia bebas untuk keluar dan masuk kembali. Dan hatiku akan selalu mengharapkan kedatangannya lagi saat dia sudah keluar.


Saat hatiku sudah terbuka, itu adalah hal yang paling istimewa untuk seseorang yang akan masuk.

No comments:

Post a Comment