Monday, January 23, 2017

Hujan Senin

Sumber: Vilektor
Hari ini Senin dan hari ini Hujan...

      Senin harusnya berarti semangat, berarti bersinar dan berarti sibuk.

      Hari ini Senin dan hari ini aku memendam diri di perpustakaan kota. Mencoba menghayati sekali lagi, apa saja yang akan dilakukan pengunjung perpustakaan di hari Senin.

      Aku tidak mengerti bagaimana keadaan diluar sana, yang tampakku hanya bulir-bulir Hujan yang menyebar di permukaan jendela, terasa seperti alunan melodi hitam dalam damai saat melihatnya. Aku tidak tahu seberapa dingin diluar sana, apakah sama dinginnya dengan pendingin ruangan yang di setel dengan suhu paling rendah di dalam sini?

Yang aku tahu, Hujan terus mengguyur tiada akhir di luar sana.

Aku tidak mungkin membenci Senin jika Hujan mengikuti alurnya sepanjang hari. Jika Hujan mengiringi alunannya di setiap detik yang ku dengar. Jika Hujan memberikan warna kelabu di sengatan pengusa siang. Jika Hujan mengingatkan aku akan masa-masa kesendirian yang begitu menyenangkan.

Aku tidak mungkin membenci Hujan walau Senin seperti makhluk asing di setiap minggu yang meyuruhku bergerak. Walau Senin selalu memerintahku seperti ibu tiri penggila harta. Walau Senin mengingatkan ku akan pengorbanan di awal minggu.

Hujan Senin. Mungkin untuk sebagian orang hanyalah sebuah warna-warni alam yang memang harus ada. Hanya sebuah batas penghibur terhentinya aktivitas yang melelahkan. Hanya sebuah rahmat dengan air yang tampak berlimpah. Hanya sebuah ketakutan yang menenggelamkan cahaya. Atau malah bukan berarti apa-apa.

Tapi Hujan Senin adalah sesuatu yang sangat berharga untukku. Seperti YinYang, Hujan Senin mengajarkanku bahwa tidak selalu apa yang ku benci terlihat menyebalkan dan apa yang ku suka terlihat sangat menyenangkan.

-230117 : 161002- "Hujan Senin"

No comments:

Post a Comment