sebelum membaca saya ingin memberi tahu kalau, kata yang bercetak plus di bold itu adalah kata hati dari Haneul atau Jinki, tebak sendiri ya, saat itu Haneul yang lagi membatin atau malah Jinki,
SELAMAT MEMBACA
---The Girl and Her Book---
Lee Jinki-Han Haneul
Sad, Romance, Misteri
Jenis Part
FANFICTION
Part 1
Gadis yang diguyur cairan lendir tadi –Han Haneul- terlihat sedang mengeringkan pakaiannya di kamar mandi.
Sungguh cairan ini tidak hanya
menjijikkan tapi juga berbau aneh, jika sudah begini mana bisa ia kembali ke
kelas. Menegakkan wajahnya ke depan cermin, membersihkan wajahnya yang juga
terkena lendir tadi, dan menyeringai licik.
‘Kalian sepertinya puas sekali,
tunggulah sesuatu yang aku sudah siapkan untuk kalian. Aku yakin kalian akan
benar-benar pergi dari hadapanku.’
Seseorang mengetuk pintu kamar
mandi.
“ah tuan park, apa ini bajuku?, kau
boleh kembali sekarang.”
‘jika tadi hanya air aku tidak rela
mengeluarkan uangku untuk membeli baju baru, kalian benar-benar membuatku
marah.’
---The Girl and Her Book---
Atap sekolah menjadi tempat
satu-satunya ia menenangkan diri dari rasa kesal yang di buat gadis-gadis
pengusik di sekolah ini. Mencoba menetralkan kembali sistem pernapasan yang berubah buruk tadi, waktu istirahat akan berakhir sebentar lagi dan ia harus kembali kekelas setelahnya.
Padahal mood nya belum
kembali baik. Apa ia akan bolos saja?
Jauhkan pikiran itu dari sosok Han
Haneul, ia bukanlah gadis yang pergi sekolah hanya untuk bermain atau sekedar
bertemu teman-temannya dan membicarakan sesuatu yang tidak berharga sama
sekali.
Baginya waktu adalah uang, setiap
waktunya disekolah adalah perumpamaan dari uang sekolah yang telah ia bayar.
Jadi ia tidak akan pernah membuangnya. Di kelas Haneul bahkan hanya akan memfokuskan matanya pada sosok seonsangnim yang –ada didepan- sedang memberikan materi pelajaran. Ini membuatnya tidak mempunyai teman
sama sekali, dan juga menjadi satu-satunya alasan mengapa ia sering sekali
dikerjai oleh siswa-siswa sekolah ini.
Teman-temannya selalu memandang aneh
terhadapnya. Haneul sebenarnya tidak terlihat nerd, walau ia memakai
kacamata. Tapi itu bukan kacamata tebal, bulat dan besar seperti yang sering
terlihat di drama yang menggambarkan orang-orang culun.
Hanya saja ia benar-benar tertutup
dan lagi, setelah dikerjai oleh siswa-siswa yang lain ia sama sekali tak
membalas atau setidaknya meminta pertanggungjawaban manakala saat dikerjai
lututnya terluka atau kacamatanya pecah, juga seperti hari ini bajunya yang
menjadi bau.
Itulah yang membuatnya menjadi satu
dari sekian siswa yang mendapatkan pem-bully-an di sekolah ini secara
terus menerus. Ia sama sekali tidak pernah melawan atau membantah.
---The Girl and Her Book---
Waktu istirahat kedua, waktunya
untuk makan siang.
Biasanya jam-jam segini jarang
sekali ada siswa yang mengerjainya, mereka sibuk bergumul di kantin untuk
mengisi perut mereka. Atau sebenarnya otak merekalah yang kosong dan lapar?
Tapi tidak untuk Haneul ia malah
langsung beranjak ke perpustakaan sambil menggandeng buku bersampul hitam dan
ditengahnya ada satu gambar hati berwarna merah gelap yang retak dan terbelah
menjadi dua, ada sesuatu hal yang harus dikerjakannya, dan ini sangat rahasia.
---The Girl and Her Book---
Haneul telah sampai di perpustakaan,
ia sama sekali tidak berniat mengambil tempat duduk disana, ia hanya terus
berjalan kelorong rak-rak tinggi paling ujung dan menyelipkan dirinya disudut
ruangan, perlahan duduk di lantai dan melirik kekanan dan kiri.
Dia benar-benar mendapatkan tempat
persembunyian yang baik disini. Haneul membuka buku yang dibawanya tadi, melewati beberapa halaman yang sebagian telah di tandai dengan sebuah tulisan “SUKSES” di setiap akhir cerita.
‘Aku menemukan halaman yang pas
untukmu.’
Mengambil bolpen yang tersimpan
ditengah buku dan membuka tutupnya.
‘Siapa namanya tadi?.’
Haneul mencoba mengingat-ingat nametag
yang tersangkut di dada kanan sunbae yang coba bermain-main emosi
bersamanya tadi. Matanya tertutup dan tampak bergerak-gerak kesana-kemari
didalam sana, memang seperti inilah dirinya saat ingin mengingat sesuatu.
‘Gyeum Ri, Choi Gyeum Ri, kelas dua
belas B. Namamu sangat cantik kak, secantik wajahmu tapi kenapa tidak dengan
sikapmu?’
Haneul menulis nama itu di bukunya. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan gadis ini dengan nama yang satu ini?. Mungkin yang seperti biasanya ia lakukan dengan nama lainnya. Dia meraba saku almamaternya, meraup benda persegi tipis yang ada disana, memainkan jari kecilnya di atas layar tipis benda itu. Kemudian mendekatkannya ke telinga.
“Yoboseo.”
“Yoboseo Haneul, siapa lagi
sekarang?”
Haneul tanpa sadar mengembangkan
senyumannya, sekertarisnya ini sepertinya tidak salah pilih.
“Choi Gyeum Ri, dua belas B.”
Setelah menyebutkan itu ia langsung
menutup panggilan itu, tanpa basa-basi apapun, orang di ujung sana benar-benar
sudah mengerti apa yang ia mau.
Tlinggg
Suara ponsel Haneul sedikit menggema
di ruang perpustakaan itu, bodoh sekali ia lupa men-silent-kannya. Tapi
sepertinya tidak ada yang terganggu. Ia menggeser layar ponselnya dan membuka e-mail yang baru masuk di ponselnya.e-mail itu berisi data-data yang ia perlukan, ia mencoba membaca profil dari orang yang ia maksud.
“Choi Gyeum Ri, 1997….”
‘Ternyata kita seumuran, dan kau
sudah menjadi kakak kelasku?, beruntung sekali dirimu?’
“ 20 Februari…”
‘Dan sepertinya ada yang akan
berulang tahun sebentar lagi, aku sudah membuatkanmu kado yang pasti menjadi
kado yang paling mengejutkanmu kak.’
“pewaris dari Miracle Group…..”
‘Hemmm perusahaan kecil ini yang mau
bermain denganku?’
Haneul sedikit terkekeh saat membaca
profil Choi Gyeum Ri. Ia kembali meraih bolpennya dan menulis sesuatu di bawah nama Gyeum Ri. Setelah mencatatnya, Haneul menyisakan satu lembar kertas yang sengaja dikosongkannya.
Ting… ting… ting….
Bel masuk membuatnya kembali ke
kelas.
---The Girl and Her Book---
“kau dengar kalau Gyeum Ri tidak
bersekolah lagi disini?”
“aku dengar perusahaannya bangkrut,
jadi ia pindah ke Jin An”
“aku dengar ia bahkan ingin bunuh
diri”
“kenapa?”
“ku dengar saat keadaan perusahaannya
terpuruk, tiba-tiba saja tunangannya memutuskan hubungan mereka”
“Huh kasihan sekali dia”
“dia pantas mendapatkannya, dia
terlalu sombong”
“kau benar, dia memang pantas
mendapatkannya”
Siswa-siswa di sekolah terus saja
membicarakan Choi Gyeum Ri, dan hal itu akhirnya sampai ke telinga Haneul. Dia
hanya tersunyum puas mendengar itu semua.
Membuka buku yang selalu dibawanya
kemanapun, halaman yang dikosongkannya kemarin kini telah berisi barisan
kata-kata yang memenuhi setiap lembar putihnya. Sepertinya Haneul kembali
terlihat membubuhkan kata “SUKSES” diakhir cerita Choi Gyeum Ri.
Kembali menutup bukunya dan mengapitnya
rapat-rapat di dada nya. Buku ini seperti kutukan yang akan menghantuimu jika
namamu telah tertera di lembar kosongnya. Maka kau akan tamat.
‘Kau sekarang telah jatuh, Choi Gyeum
Ri, aku tidak berharap namamu yang menjadi nama terakhir dibuku ini, sepertinya
masih banyak lagi yang akan menjadi sepertimu jika mereka berani mengusikku, aku
akan memperlakukan mereka sama sepertimu.’
---The Girl and Her Book---
To be-Continue
RLC Please
To be-Continue
RLC Please

No comments:
Post a Comment