Thursday, December 10, 2015

The Girl and Her Book (Part 1)




sebelum membaca saya ingin memberi tahu kalau, kata yang bercetak plus di bold itu adalah kata hati dari Haneul atau Jinki, tebak sendiri ya, saat itu Haneul yang lagi membatin atau malah Jinki,
SELAMAT MEMBACA

---The Girl and Her Book---
Lee Jinki-Han Haneul
Sad, Romance, Misteri
Jenis Part
FANFICTION

Part 1

Gadis yang diguyur cairan lendir tadi –Han Haneul- terlihat sedang mengeringkan pakaiannya di kamar mandi.

Sungguh cairan ini tidak hanya menjijikkan tapi juga berbau aneh, jika sudah begini mana bisa ia kembali ke kelas. Menegakkan wajahnya ke depan cermin, membersihkan wajahnya yang juga terkena lendir tadi, dan menyeringai licik.

‘Kalian sepertinya puas sekali, tunggulah sesuatu yang aku sudah siapkan untuk kalian. Aku yakin kalian akan benar-benar pergi dari hadapanku.’
Seseorang mengetuk pintu kamar mandi.

“ah tuan park, apa ini bajuku?, kau boleh kembali sekarang.”

‘jika tadi hanya air aku tidak rela mengeluarkan uangku untuk membeli baju baru, kalian benar-benar membuatku marah.’

---The Girl and Her Book---

Atap sekolah menjadi tempat satu-satunya ia menenangkan diri dari rasa kesal yang di buat gadis-gadis pengusik di sekolah ini. Mencoba menetralkan kembali sistem pernapasan yang berubah buruk tadi, waktu istirahat akan berakhir sebentar lagi dan ia harus kembali kekelas setelahnya.

Padahal mood nya belum kembali baik. Apa ia akan bolos saja?

Jauhkan pikiran itu dari sosok Han Haneul, ia bukanlah gadis yang pergi sekolah hanya untuk bermain atau sekedar bertemu teman-temannya dan membicarakan sesuatu yang tidak berharga sama sekali.

Baginya waktu adalah uang, setiap waktunya disekolah adalah perumpamaan dari uang sekolah yang telah ia bayar. Jadi ia tidak akan pernah membuangnya. Di kelas Haneul bahkan hanya akan memfokuskan matanya pada sosok seonsangnim yang –ada didepan- sedang memberikan materi pelajaran. Ini membuatnya tidak mempunyai teman sama sekali, dan juga menjadi satu-satunya alasan mengapa ia sering sekali dikerjai oleh siswa-siswa sekolah ini.

Teman-temannya selalu memandang aneh terhadapnya. Haneul sebenarnya tidak terlihat nerd, walau ia memakai kacamata. Tapi itu bukan kacamata tebal, bulat dan besar seperti yang sering terlihat di drama yang menggambarkan orang-orang culun.

Hanya saja ia benar-benar tertutup dan lagi, setelah dikerjai oleh siswa-siswa yang lain ia sama sekali tak membalas atau setidaknya meminta pertanggungjawaban manakala saat dikerjai lututnya terluka atau kacamatanya pecah, juga seperti hari ini bajunya yang menjadi bau.

Itulah yang membuatnya menjadi satu dari sekian siswa yang mendapatkan pem-bully-an di sekolah ini secara terus menerus. Ia sama sekali tidak pernah melawan atau membantah.

---The Girl and Her Book---

Waktu istirahat kedua, waktunya untuk makan siang.

Biasanya jam-jam segini jarang sekali ada siswa yang mengerjainya, mereka sibuk bergumul di kantin untuk mengisi perut mereka. Atau sebenarnya otak merekalah yang kosong dan lapar?
Tapi tidak untuk Haneul ia malah langsung beranjak ke perpustakaan sambil menggandeng buku bersampul hitam dan ditengahnya ada satu gambar hati berwarna merah gelap yang retak dan terbelah menjadi dua, ada sesuatu hal yang harus dikerjakannya, dan ini sangat rahasia.

---The Girl and Her Book---

Haneul telah sampai di perpustakaan, ia sama sekali tidak berniat mengambil tempat duduk disana, ia hanya terus berjalan kelorong rak-rak tinggi paling ujung dan menyelipkan dirinya disudut ruangan, perlahan duduk di lantai dan melirik kekanan dan kiri.

Dia benar-benar mendapatkan tempat persembunyian yang baik disini. Haneul membuka buku yang dibawanya tadi, melewati beberapa halaman yang sebagian telah di tandai dengan sebuah tulisan “SUKSES” di setiap akhir cerita.

‘Aku menemukan halaman yang pas untukmu.’

Mengambil bolpen yang tersimpan ditengah buku dan membuka tutupnya.

‘Siapa namanya tadi?.’

Haneul mencoba mengingat-ingat nametag yang tersangkut di dada kanan sunbae yang coba bermain-main emosi bersamanya tadi. Matanya tertutup dan tampak bergerak-gerak kesana-kemari didalam sana, memang seperti inilah dirinya saat ingin mengingat sesuatu.

‘Gyeum Ri, Choi Gyeum Ri, kelas dua belas B. Namamu sangat cantik kak, secantik wajahmu tapi kenapa tidak dengan sikapmu?’

Haneul menulis nama itu di bukunya. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan gadis ini dengan nama yang satu ini?. Mungkin yang seperti biasanya ia lakukan dengan nama lainnya. Dia meraba saku almamaternya, meraup benda persegi tipis yang ada disana, memainkan jari kecilnya di atas layar tipis benda itu. Kemudian mendekatkannya ke telinga.

Yoboseo.”

Yoboseo Haneul, siapa lagi sekarang?”

Haneul tanpa sadar mengembangkan senyumannya, sekertarisnya ini sepertinya tidak salah pilih.
“Choi Gyeum Ri, dua belas B.”

Setelah menyebutkan itu ia langsung menutup panggilan itu, tanpa basa-basi apapun, orang di ujung sana benar-benar sudah mengerti apa yang ia mau.

Tlinggg

Suara ponsel Haneul sedikit menggema di ruang perpustakaan itu, bodoh sekali ia lupa men-silent-kannya. Tapi sepertinya tidak ada yang terganggu.Ia menggeser layar ponselnya dan membuka e-mail yang baru masuk di ponselnya.e-mail itu berisi data-data yang ia perlukan, ia mencoba membaca profil dari orang yang ia maksud.

“Choi Gyeum Ri, 1997….”

‘Ternyata kita seumuran, dan kau sudah menjadi kakak kelasku?, beruntung sekali dirimu?’

“ 20 Februari…”

‘Dan sepertinya ada yang akan berulang tahun sebentar lagi, aku sudah membuatkanmu kado yang pasti menjadi kado yang paling mengejutkanmu kak.’

“pewaris dari Miracle Group…..

‘Hemmm perusahaan kecil ini yang mau bermain denganku?’

Haneul sedikit terkekeh saat membaca profil Choi Gyeum Ri. Ia kembali meraih bolpennya dan menulis sesuatu di bawah nama Gyeum Ri. Setelah mencatatnya, Haneul menyisakan satu lembar kertas yang sengaja dikosongkannya.

Ting… ting… ting….

Bel masuk membuatnya kembali ke kelas.

---The Girl and Her Book---

“kau dengar kalau Gyeum Ri tidak bersekolah lagi disini?”

“aku dengar perusahaannya bangkrut, jadi ia pindah ke Jin An”

“aku dengar ia bahkan ingin bunuh diri”

“kenapa?”

“ku dengar saat keadaan perusahaannya terpuruk, tiba-tiba saja tunangannya memutuskan hubungan mereka”

“Huh kasihan sekali dia”

“dia pantas mendapatkannya, dia terlalu sombong”

“kau benar, dia memang pantas mendapatkannya”

Siswa-siswa di sekolah terus saja membicarakan Choi Gyeum Ri, dan hal itu akhirnya sampai ke telinga Haneul. Dia hanya tersunyum puas mendengar itu semua.

Membuka buku yang selalu dibawanya kemanapun, halaman yang dikosongkannya kemarin kini telah berisi barisan kata-kata yang memenuhi setiap lembar putihnya. Sepertinya Haneul kembali terlihat membubuhkan kata “SUKSES” diakhir cerita Choi Gyeum Ri.

Kembali menutup bukunya dan mengapitnya rapat-rapat di dada nya. Buku ini seperti kutukan yang akan menghantuimu jika namamu telah tertera di lembar kosongnya. Maka kau akan tamat.

‘Kau sekarang telah jatuh, Choi Gyeum Ri, aku tidak berharap namamu yang menjadi nama terakhir dibuku ini, sepertinya masih banyak lagi yang akan menjadi sepertimu jika mereka berani mengusikku, aku akan memperlakukan mereka sama sepertimu.’

---The Girl and Her Book---

To be-Continue

RLC Please

No comments:

Post a Comment