Berakhirlah sudah tugas kami
di kampung orang, aku pasti sangat merindu dengan tawa khas anak-anak kampung
yang bersorak-sorak kegirangan akan kehadiran kami, akan rindu dengan keadaan
perkampungan yang masih asri dengan udara segar nan basahnya, bau alami dari
kotoran sapi yang hinggap di seantero jalanan yang masih dilapisi tanah
percampuran aspal kering, rindu dengan rindangnya pepohonan yang selalu hadir
di pinggir jalanan, seakan bersedia memayungi kami bertugas keliling kampung,
berama-tamah dengan para warga, menyebarkan undangan lomba-lomba yang akan
diikuti pejuang cilik kampung.
Belum lagi sahur dan berbuka
bersama-sama dengan teman-temanku, shalat berjamaah di mushola, mendengarkan
ceramah yang sesekali dibawakan oleh ketua kami sebelum sholat tarawih,
hahaha... Kejadian memalukan saat aku harus kaguk dalam menyampaikan dakwah di
mushola dan lagi-lagi harus di gantikan dengan sang ketua.

