Monday, March 21, 2016

Catatan Seorang Pria (Si Nona Tangguh)

Hari ini, hari dengan penuh rupa wajah. Wajah senang anak-anak rumah yang akhirnya bisa diizinkan menginap, wajah ragu yang mampang di wajah mahasiswa yang mungkin dalam benak mereka bertanya-tanya 'bisa gak ya aku tidur di tempat orang lain?, jauh dari orang tua, makan tidak seperti masakan ibu, dan bla bla lainnya' Iya, itu adalah pikiran anak manja, sebagian besarnya hanya memandang ini sebagai rutinitas harian jika itu yang membatinkan adalah anak kos.

      Kalian juga bisa lihat perbedaan anak manja dan anak mandiri pada saat sekarang ini, perbedaan mencolok sekali, anak manja melebih-lebihkan apapun yang akan di bawa mereka, lihat saja koper yang segede mentereng, belum lagi ransel kecil tempat barang-barang mereka lainnya, ada juga yang membawa bantal dari rumah. Berbeda jauh dari yang mandiri, persiapan di rencanakan dengan matang, walaupun membawa banyak barang tetapi itu untuk keperluan bersama, kebanyakan anak mandiri yang kulihat adalah yang dari jenisku, iya laki-laki.

      Beberapa wanita tangguh, mencoba peruntungan dengan membawa ransel besar, disanalah mereka menyusun apa saja yang dibawanya dengan apik dan rapi.

      Ini menjadi kejutan yang luar biasa, si Nona 'N' yang berbadan leting seperti lidi, merangkul ranselnya yang segede gaban dan kelihatan berisi cukup padat di punggungnya. Dia mempertaruhkan kesehatan tulang belakangnya sekarang. Apa karena ingin terlihat keren di depan yang lainnya?.

     Wow aku tercengang, benar-benar tercengan dibuatnya, itu keluar dari mulutnya langsung. Perkataan yang dianggap enteng jika itu pembicaraan antar lelaki.

      "Pakai koper ribet, mending tas gini, enak di bawa kemana-mana"

      Oh god, melihat dia merangkul tas itu kesana kemari membuat jantungku copot, rasanya tangan ini gatal ingin membantu.

      Sama seperti Nona 'N', Nona 'G' juga menggotong barang-barangnya dengan menggunakan ransel, hanya saja ada perbedaan cukup signifikan antara mereka berdua, lihat saja Nona 'G' dianugerahi badan besar dan terlihat perkasa, terlihat cocok-cocok saja jika membawa ransel itu. Nah, kalau kita beranjak lihat ke Nona 'N', kalian bisa menebak sendiri perbedaannya.

      Ya, si kurus dan si besar, benar-benar cocok untuk saling melengkapi dalam berteman.

      Cuaca sungguh mengganggu, terik yang membakar, mengawali cerita panjang kami di kampung orang untuk mengabdi, ditambah susasana aroma puasa yang membuat gerak tubuh tambah sensitif.

      Tidur-tiduran dilantai pun tidak membantu sama sekali, lantai ikut menghangat seiring dengan keadaan di luar, saat sampai di lokasi tujuan yang mereka cari adalah sumber kehidupan. Biasanya sih air, tapi berhubung lagi berpuasa, jadi sumber kehidupan itu beralih fungsi menjadi barang lain yaitu kipas angin, lucu sekali melihat mereka berbondong-bondong duduk di depannya.

      Yah, yang harus mengalah tetap saja lelaki seperti ku, biarlah para teman wanitaku mencuri start di depan kipas angin itu. Tapi tunggu si Nona 'N' dan 'G' kok tidak kelihatan, seperti mengerti situasi saat ini, ada saja yang menyeletuki "Enak ya, di kamar mereka ada kipas".

      Pantas saja, biasanyakan Nona 'N' dan Nona 'G' si biang keributan, yah sedikit aman tentram kalau mereka tidak ada, tapi setelah berlama-lama, ternyata sunyi juga tidak ada 2 nona itu.

(Hey, keluarlah nona!)

No comments:

Post a Comment