Sunday, March 6, 2016

Catatan Seorang Pria (Satu Masa Nona 'N')

Mengenai 6 pendatang baru itu, semua berjalan terkendali seperti biasanya, nona apapun dan satu-satunya tuan diantara mereka mulai mengikuti bagaimana kelas kami bekerja, hanya ada perubahan sedikit yang mereka bawa ke dalam kelas, selebihnya aku masih merasa kenyamanan yang sama seperti dahulu.

      Sampai sekarang juga aku belum berani mengajukan pertanyaan apakah si Nona 'N' itu mau membantuku dalam belajar, pikiranku melesat kepada kedua orang tuaku di desa, mereka pasti kecewa jika anak yang dibanggakan mereka sepertiku bahkan sama sekali tidak bisa membanggakan mereka disini.


      Tapi Nona 'N' selalu membantu kami ini, three idiot dalam pembelajaran, perlahan dia membuat pengecualian baru, dia akan mengajari kami kalau kami sudah memintanya langsung, walau dibeberapa waktu dia sendiri yang mengajukan dirinya untuk membantu. Dia sekarang masih dengan sikap cueknya, daripada melihat wajah-wajah kami, dia lebih suka melihat buku-bukunya atau layar handphonenya, aku dengar-dengar dia suka sekali membaca, tapi dia mengakui dia tidak membaca hal rumit dan ribet, hanya sebatas novel best seller ataupun tulisan abal-abal dari pengarang yang belum terkenal.



      Dia memiliki dunianya sendiri saat membaca, bahkan Tuan 'I' dan Nona 'G' tidak luput dari hirauannya jika dalam keadaan seperti itu. Dia masih sama sepelenya dengan mata kuliah seperti sebelum-sebelumnya, tapi kami selalu dibuatnya tercengang apabila dia menyelesaikan tugas dengan sempurna, dia sosok unik, dewasa dan juga misterius.

      Jangan lupakan kebiasaanya tersenyum, itu bahkan lebih menjadi-jadi di kelas, senyum adalah ibadah dan ibadah menghasilkan pahala, bisa bayangkan seberapa banyak pahala yang sudah dikumpulkannya hanya karena tersenyum?.

      Ah, ya, aku belum mendeskripsikan dia secara fisik. Mari kita lihat.

      Dia, aku rasa tingginya sudah pas, tapi dia terlalu kurus, aku pernah mendengar saat dia bercerita kepada Nona 'G', saat itu Nona 'G' sedikit mencelanya dengan betapa kurusnya dia, apalagi jika disandingkan dengan Nona 'G' yang berbadan bongsor itu, Nona 'N' membela dirinya sendiri dan itu sedikit membuatku tertawa.

      "Aku nggak kurus, berat badanku aja 46 Kg, itu pas tau, tulang ku aja yang kecil" Dia sedikit menarik beberapa bagian kulit di pergelangan tangannya sehingga tercetak jelaslah tulang yang ada disana "Lihat ini, kecil kan?, dagingnya udah banyak tau."

      Oh, iya aku baru mengetahui usianya masih sangat muda ditengah-tengah kami, dialah yang termuda dikelas, terus mulailah aku makin bertanya, bagaimana dia bisa lebih pintar dari kami?, diusia semuda itu?, dia benar-benar salah satu tujuh keajaiban dunia yang bisa aku lihat di depan mataku. Kedengaran sedikit lebay memang.

      Untuk beberapa kesempatan dia sedikit tulalit, ya, maksudku kadang dalam pembicaraan para three musketeers dia menangkap itu dengan cukup lambat, hahaha akhirnya aku bisa menemukan kekurangannya, apakah aku bahagia dia mempunyai kekurangan? Bukan, bukan itu maksudku, aku hanya menganggap itu bagian yang lucu darinya.

      Adakah yang bertanya-tanya kenapa hanya dia yang aku perhatikan terlalu lebih? Jawabannya hanya satu, karena dialah yang cukup dekat denganku, mirisnya maksudku dekat disini adalah kursi letak duduk kami dikelas, selalu tanpa di sengaja kalau dia selalu duduk di depanku, apalagi dengan keunikannya yang membuatnya banyak berbeda dengan wanita lainnya dikelas, makinlah aku kagum padanya.

(Apa benar ini hanya kekagumanku semata?)

1 comment:

  1. Mana ni kelanjutannya..?
    Di tunggu loh.. ud gak sabar mau tau ending nya

    ReplyDelete