Mengenai 6 pendatang baru itu, semua berjalan terkendali seperti biasanya, nona apapun dan satu-satunya tuan diantara mereka mulai mengikuti bagaimana kelas kami bekerja, hanya ada perubahan sedikit yang mereka bawa ke dalam kelas, selebihnya aku masih merasa kenyamanan yang sama seperti dahulu.
Sampai sekarang juga aku belum berani mengajukan pertanyaan apakah si Nona 'N' itu mau membantuku dalam belajar, pikiranku melesat kepada kedua orang tuaku di desa, mereka pasti kecewa jika anak yang dibanggakan mereka sepertiku bahkan sama sekali tidak bisa membanggakan mereka disini.
Tapi Nona 'N' selalu membantu kami ini, three idiot dalam pembelajaran, perlahan dia membuat pengecualian baru, dia akan mengajari kami kalau kami sudah memintanya langsung, walau dibeberapa waktu dia sendiri yang mengajukan dirinya untuk membantu. Dia sekarang masih dengan sikap cueknya, daripada melihat wajah-wajah kami, dia lebih suka melihat buku-bukunya atau layar handphonenya, aku dengar-dengar dia suka sekali membaca, tapi dia mengakui dia tidak membaca hal rumit dan ribet, hanya sebatas novel best seller ataupun tulisan abal-abal dari pengarang yang belum terkenal.
Dia memiliki dunianya sendiri
saat membaca, bahkan Tuan 'I' dan Nona 'G' tidak luput dari
hirauannya jika dalam keadaan seperti itu. Dia masih sama sepelenya dengan mata
kuliah seperti sebelum-sebelumnya, tapi kami selalu dibuatnya tercengang
apabila dia menyelesaikan tugas dengan sempurna, dia sosok unik, dewasa dan
juga misterius.
Jangan lupakan kebiasaanya
tersenyum, itu bahkan lebih menjadi-jadi di kelas, senyum adalah ibadah dan
ibadah menghasilkan pahala, bisa bayangkan seberapa banyak pahala yang sudah
dikumpulkannya hanya karena tersenyum?.
Ah, ya, aku belum
mendeskripsikan dia secara fisik. Mari kita lihat.
Dia, aku rasa tingginya sudah
pas, tapi dia terlalu kurus, aku pernah mendengar saat dia bercerita kepada Nona 'G', saat itu Nona 'G' sedikit mencelanya dengan
betapa kurusnya dia, apalagi jika disandingkan dengan Nona 'G' yang
berbadan bongsor itu, Nona 'N' membela dirinya sendiri dan itu
sedikit membuatku tertawa.
"Aku nggak kurus, berat
badanku aja 46 Kg, itu pas tau, tulang ku aja yang kecil" Dia sedikit
menarik beberapa bagian kulit di pergelangan tangannya sehingga tercetak
jelaslah tulang yang ada disana "Lihat ini, kecil kan?, dagingnya udah
banyak tau."
Oh, iya aku baru mengetahui
usianya masih sangat muda ditengah-tengah kami, dialah yang termuda dikelas,
terus mulailah aku makin bertanya, bagaimana dia bisa lebih pintar dari kami?, diusia
semuda itu?, dia benar-benar salah satu tujuh keajaiban dunia yang bisa aku
lihat di depan mataku. Kedengaran sedikit lebay memang.
Untuk beberapa kesempatan dia
sedikit tulalit, ya, maksudku kadang dalam pembicaraan para three musketeers
dia menangkap itu dengan cukup lambat, hahaha akhirnya aku bisa menemukan
kekurangannya, apakah aku bahagia dia mempunyai kekurangan? Bukan, bukan itu
maksudku, aku hanya menganggap itu bagian yang lucu darinya.
Adakah yang bertanya-tanya
kenapa hanya dia yang aku perhatikan terlalu lebih? Jawabannya hanya satu,
karena dialah yang cukup dekat denganku, mirisnya maksudku dekat disini adalah
kursi letak duduk kami dikelas, selalu tanpa di sengaja kalau dia selalu duduk
di depanku, apalagi dengan keunikannya yang membuatnya banyak berbeda dengan wanita
lainnya dikelas, makinlah aku kagum padanya.
(Apa benar ini hanya
kekagumanku semata?)

Mana ni kelanjutannya..?
ReplyDeleteDi tunggu loh.. ud gak sabar mau tau ending nya