Thursday, November 24, 2016

Peraturan Perpustakaan, Ditaati Ya!

Hari ini dingin, sejuk, mendukung sekali buat tidur...
Upss, pemalas!

Hari ini cuaca memang seperti sedang bersahabat dengan semua pengguna jalan kalau saja hujan rintik-rintik dengan intensitasnya yang sedikit itu yang mengguyur kota ini sejak pagi juga berhenti. Atau pengendara roda dua ataupun roda empat, jadi lebih sering mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Mengurangi polusi suara dengan lebih sedikit menekan tombol klakson dan lebih banyak menghormati pejalan kaki. Mungkin dunia tidak akan enggan untuk sedikit menghangat.

Dan aku..., tidak menutup kemungkinan melanggar aturan itu. Bayangkan, kalau sudah hujan pasti akan macet. Kalau macet, semua pengendara berlomba-lomba menerobos aturan lalu lintas. Maafkan kami, wahai peraturan.

Di cuaca yang -kalau aku sebenarnya menyukainya, dingin ini. Seperti terhipnotis dengan bangunan hijau tua perpaduan kuning ini, jalur hujan seperti menuntunku ke-sana. Perpustakaan yang sejatinya selalu di ramaikan oleh berbagai macam orang. Yang selalu petugasnya menyambut dengan kearifan. Aku sedikit merindukan tempat ini.

Pintu ku buka, jelas sekali. Ya, aku rindu...
Bau-bau bukunya. Jejeran komputer yang sedang digunakan oleh berbagai kalangan, walau sepertinya di dominasi oleh murid-murid SMP yang sudah pulang sekolah. Bagus, generasi yang pandai memanfaatkan fasilitas umum.

Mengembalikan buku yang seharusnya tanggal pengembaliannya masih sekitar satu minggu lagi. Sembari menunggu aku memperhatikan lagi seluruh ruangan. Aneh, keadaannya cukup hiruk pikuk dari biasanya, tepat pada bagian jajaran loker penyimpanan barang, seorang wanita sedang menangis tersedu-sedu. Dengar-dengar umbaran yang melayang di udara. Ternyata, sedang ada kejadian yang mengherankan.

Wanita itu menangis, kehilangan tas ranselnya. Tas ransel yang kalau di dengar dari keterangannya lumayan besar. Bagaimana barang sebesar itu bisa hilang?. Dan jelas dengan sejumlah isinya juga ikut menghilang. Dompet dengan berbagai kartu penting didalamnya, jangan tanya uangnya... aku tidak memperhatikan sedetail itu. Telepon genggamnya juga ikut raib. Kalau sudah seperti ini, jangan salahkan petugas penjaga perpustakaannya.

Hampir disetiap tembok... sudah di tempel stiker besar-besar
" Bawa barang-barang berharga seperti dompet, telepon genggam. Jangan meninggalkan barang-barang berharga diloker, kehilangan pengunjung tidak menjadi tanggung jawab petugas perpustakaan"

Nah, lain kali kalau mau pergi kesuatu tempat harus tahu aturannya. Kesalahan terbesar dari wanita yang kehilangan itu adalah, tidak mengunci loker yang di gunakannya. Siapa dong yang harus di salahkan kuadrat?

Aturan adalah sesuatu yang harus di patuhi, bukan menjadi kewajiban untuk dilanggar.

No comments:

Post a Comment