Thursday, January 14, 2016

Catatan Seorang Pria (6 Pendatang Baru)

Satu semeter, begini saja keadaanya seperti listrik statis yang gerakannya selalu sama disetiap waktu. Matematika, orang-orang selalu berpikir bahwa jika kau berada di tengah-tengah  itu maka kau adalah orang genius. Salah sekali, aku tidak merasakan darah kejeniusan mengalir ke otakku, bukannya terlalu bodoh, hanya saja daya tangkapku yang terlalu lamban untuk mengikuti kemajuan teman-teman lainnya.


      Dua semester, masih tetap seperti ini, mengandalkan beberapa orang temanku agar dapat membantuku menyelesaikan semua tugasku, tidak bekerja tidak juga bermanfaat saat dikelas, anak rantauan yang hanya meminta jatah setiap bulannya dari sang wali di desa nan jauh disana. Pencapaian yang kulakukan selama ini?, tentu belum ada, bahkan beberapa dosen mulai khawatir dengan keberadaanku di kelas.
      Semester tiga, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Universitas, maka diadakannya perpindahan kelas, beberapa teman-temanku tercampak keluar, dengar-dengar karena mereka berada ditingkat kepintaran yang diatas level, orang-orang yang seperti itu dikumpulkan dalam satu kelas yang diberi julukan, the best of class at PMM.

      Ada yang keluar berarti ada juga orang baru yang akan hadir di kelas kami, bisa dibilang orang-orang baru tersebut tidak kompeten untuk memasuki the best of class tadi, anggaplah mereka adalah anak-anak terbuang, tapi tetap saja sepertinya mereka lebih pintar dari diriku atau bahkan dari kami yang berada di kelas ini, penghuni lama yang sepertinya sebentar lagi akan dihiraukan karena munculnya orang-orang baru.

      Sesuai info yang kudengar, ada 6 orang pendatang baru, satu laki-laki dan lima wanita yang sepertinya terlihat angkuh, tapi lihat kedepannya apa itu hanya perasaanku saja? Sang lelaki tampan, lebih tampan dariku, berwajah tegas dan sepertinya dari mulai kedatangannya banyak wanita yang tertarik padanya, kita bisa sebut dia Tuan 'I'. Kemudian wanita pertama, sudah sangat terlihat aura angkuhnya tetapi dia masih murah senyum, mungkin karena dia masih penghuni baru, dengan jilbab yang dilapisi songkok dari dalamnya, jilbab itu menjunjung tinggi sampai keatas dahinya membuat pipinya terlihat tirus, tubuh yang menurutku pas, nggak gemuk nggak juga kurus, sebut saja dia Nona 'Y'. Kemudian satu wanita dibelakangnya berbadan bongsor agar sedikit bantet kebawah, tetapi dibalik tubuhnya dia punya wajah yang manis tetapi terlihat selalu menuntut, aku rasa dia sedikit kocak dan mudah bergaul, itu pandangan pertamaku tentang dia, kalian bisa panggil dia Nona 'G'. dibelakangnya lagi seorang wanita cantik, berperawakan Jawa, dan saat dia memperkenalkan diri nadanya sangat santun dan lembut tapi gestur tubuhnya agak tegang seperti tidak leluasa sekali, atau memang bawaan dari sananya, dia aku sebut dengan Nona 'D'. kemudian orang yang terakhir masuk, gayanya seperti abang-abang, dengan bawaan santai dan tegas, sepertinya aku suka cara dia memperkenalkan diri terlihat akrab dan seperti sudah lama kenal, sebut saja Nona atau Abang 'R'.

      Nah, itulah pendatang baru dikelas kami, tunggu kok baru 5 orang ya? Bukannya dengar-dengar ada 6 orang ya? Yasudahlah mungkin aku salah mendengar kabar.

      Suara ketukan memberhentikan ocehan-ocehan tidak jelas di kelas, berhubung ini masih di hari pertama, kami semua hampir berbarengan terkejut, dosen seperti apa yang begitu rajin untuk datang dihari pertama, hari perkenalan atau hari berbasa basi. Semua mendadak menjadi diam, tidak bergeming sampai pintu terbuka beberapa celah, sepasang kaki yang dilapisi rok berwarna hitam masuk secara perlahan ke kelas, sambil berlari kecil dan duduk diantara Nona 'G' dan Tuan 'I', jadi dialah si pendatang baru keenam, tidak jauh cerobohnya dari aku, terlambat di hari pertamanya,  di kelas barunya dengan teman-teman yang belum dikenalnya. Kurasa dia yang paling terbodoh dan terkacau diantara 6 pendatang baru lainnya.

      Kami semua belum tahu namanya, sedangkan dosen yang tidak ditunggu kedatangannya masuk tidak berapa lama setelah pendatang keenam hadir, dosen tersebut langsung memulai mata kuliahnya.

(Pendatang ke-enam siapa dia?)

2 comments:

  1. Pendatang keenam adalah seorang angel..aku sering memanggilnya maimong.dia salah satu dari sahabat terbaikku.bagi aku dia baik dan bahkan terbaik. Tanpa dia dan si nona G mungkin aku sudah angkat tangan untuk kuliah.karna mereka berdua bagaikan ruh bagi jiwa ku..hahaa.masuk akal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, kembali kasih😇😂

      Maimong apaan?

      Delete