Dosen pertama sudah keluar, suatu kelegaan luar biasa untuk orang yang sulit mengerti pelajaran sepertiku.
Para pendatang baru itu membentuk dua kelompok yang saling berdekatan, sepertinya sesuai dengan teman akrabnya di kelas yang lama. Nona 'Y', 'D' dan 'R', membentuk sebuah letak duduk mereka sebaris ditengah-tengah, kemudian Tuan 'I' Nona 'G' dan nona pendatang baru keenam yang belum ku ketahui sebutan apa yang cocok untuk dirinya itu, mereka menyusun barisan di belakang pendatang baru lainnya. Dan benar saja sesuai dengan perkiraanku bahwa mereka, pendatang baru itu, merangkap semua pelajaran secara menyeluruh, menguasai kelas pada hari pertama dengan otak encer mereka. Jadilah aku dengan usaha penuh tapi tetap terlihat terkucil semakin jatuh dalam keterpurukan.
Oh, aku salah terhadap satu hal, nona pendatang baru keenam, dia tidak ceroboh ataupun bodoh seperti perkiraanku. Dia, diantara pendatang baru lainnya, aku rasa yang paling bisa menangkap semua materi yang di beri hari ini, menurutku ada persaingan ketat antara nona keenam dengan Nona 'Y'. Tapi yang terlihat bahwa Nona 'Y' menuntut agar menjadi yang terbaik, sedangkan nona keenam tidak terlalu memperdulikan hal-hal itu, mungkin karena kepintarannya, dia merasa sepele dan yah...... kalian tahu dia bisa melakukan apa saja dengan mudah.
Tapi inilah yang membuatnya sepertinya disukai banyak orang di kelas, padahal ini masih hari pertamanya, dia menutupi rasa sombong yang seharusnya dilakukan oleh orang pintar lainnya.
Dosen kembali masuk dan persaingan di kelas dimulai lagi, di kelas untuk matakuliah kedua kali ini, aku jadi tahu bahwa nona keenam dapat dipanggil dengan sebutan Nona 'N', seperti itulah Tuan 'I' dan Nona 'G' memanggilnya. Dia terasa sangat baik, sedikit susah untuk beramah-tamah aku rasa itu memang bawaannya, tapi dia terlihat tidak pelit untuk membagi ilmunya, dia tersenyum untuk banyak hal, tidak pelit untuk ukuran orang-orang pintar lainnya dan juga, sepertinya antara Tuan 'I' dan Nona 'G' dan 'N' mempunyai hubungan pertemanan yang sangat baik. siapapun bisa melihat itu. Mereka seperti three musketeers di kelas. Kompak, lucu dan sembarangan, tidak lupa mereka pintar sesuai dengan porsinya.
Nona 'N' mendukung semua aktivitas mereka jika kesusahan, aku rasa aku perlu Nona 'N' untuk membantuku dalam belajar, tapi apa dia mau?, dia terlihat sangat cuek untuk orang luar, apalagi yang sepertiku ini. Orang bodoh yang tidak mengerti apapun, ah tapi harus dicoba, siapa yang tau kalau dia mau atau tidak.
Setiap hari perubahan terus terjadi padanya, dia sekarang lebih terbuka, mencuri hati siapapun dengan sikapnya yang luwes tapi selalu mengalah jika diperlukan, dia si Nona 'N' bisa tersenyum berpuluh-puluh kali di kelas, mungkin dia ingin orang merasa nyaman berteman dengannya.
Aku selalu punya kesempatan untuk bertanya padanya, apakah dia mau membantuku dalam belajar? Tapi aku tidak berani, masih rendahan di hadapan orang sepertinya.
(Mungkinkah aku bisa berubah menjadi lebih baik dengan bantuan si Nona 'N'?)

No comments:
Post a Comment