Ini bukan sebuah cerita cengeng yang terlalu dipaksakan, bukan sebuah romance yang terlalu manis untuk dirasakan dan dibaca, tapi, ini hanyalah sebuah lika liku pertemanan yang aku beri nama ikatan persahabatan. Mungkin aku terlalu cepat untuk melebelinya nama itu, atau mungkin aku yang terlalu bodoh untuk menamainya secepat itu, anggap itu keluguanku dimasa -memang bukan bisa dibilang remaja lagi-, dan pertanyaan muncul di benakku, apa mereka juga sepakat untuk dapat menerima nama persahabatan itu?, aku benar-benar tidak tau.
oh iya, ini adalah sebuah kisah realistis, jadi untuk beberapa part yang aku anggap bersifat pribadi akan aku proteksi, kalian bisa tanyakan langsung pwnya lewat email aku
Ntahlah, ini adalah sebuah kisah dimana aku dengan sebuah rasa baru yang aku dapat dari 14 orang berbeda, yang baru coba aku cerna bagaimana aku yang selalu berusaha untuk bisa digapai setiap kami bersama, dan sebuah kesempatan besar dimana masa kuliahku akan terisi dengan berbagai hal menakjubkan yang mereka beri.
12+1+2 nama yang terbentuk begitu saja, dan terkesan unik....
kisah ini dimulia dari 2 tahun yang lalu, tepatnya 2 tahun lebih 4 bulan, 6 hari dan 7 jam serta 15 menit, terhitung sejak awal aku menulis kisah ini, pertemuan disebuah salah satu Universitas Islam di kota medan yang coba bersama kami gandrungi sekarang. satu takdir yang menentukan kami 15 orang dalam suasana kelas yang ramai terikat menjadi satu.
perjalanan untuk bersama tidak secepat itu, memiliki 14 sahabat yang kocak, berbeda beda sifatnya dan juga tingkat kekompakan yang nyelekit setinggi menara eiffel itu nggak gampang, setelah dijalani juga banyak intrik yang terjadi, nah ayo kita mulai kisah ini dari awal.
awalnya, aku hanya mempunyai seorang tempat berbagi, menjadi mahasiswa baru mungkin sangat sulit bagiku, seseorang penyendiri sepanjang hidupnya, pengikat kehidupan pribadi yang komplek bukanlah hal yang cocok untukku mengikat sebuah hubungan apapun itu judulnya.
hanya teman seperjuangan SMA yang menjadi tempat berbagiku, Zahwa Syahputri, nama yang cantik sesuai dengan wajahnya, sang primadona kelas saat di SMA dulu, dengan suara kecilnya dan juga nada yang lembut, kami berdua seperti dua kecoa yang mendiami sudut kelas, belum berani menunjukkan jati diri sebenarnya.
melalui beberapa perkenalan yang menyebalkan, dosen selalu saja menyuruh untuk kami para maba untuk memperkenalkan diri, makinlah kami tersudut dengan status asal sekolah yang sama. Tapi itu tidak berlangsung lama. kami berdua Zahwa dan aku akhirnya mendapatkan teman juga, mereka adalah Mahda, Lia dan Rahmawati.
biar aku deskripsikan satu-satu,
(1) Mahda Mufliha Pulungan, orang yang paling somplak yang pernah aku temui, walaupun sedikit manja tapi dia lebih dewasa dari apa yang kita bisa bayangkan, berbadan bongsor dan juga bemuka blasteran, nggak tau deh blasteran ngambil dari siapa, tapi memang untuk beberapa orang bersuku batak ditakdirkan lahir dengan wajah blasteran, kalau tidak percaya kalian main mainlah ke kota Medan.
(2) Lia Ningsih, dari namanya aja sudah ketahuan kalau Lia ini asli suku Jawa, orangnya nggak jauh beda sama Mahda, hanya saja jika Mahda ceplas ceplos mengenai apa saja dan selalu membuat itu jadi sebuah lelucon, berbeda dengan Lia dia selalu bisa berkilah dalam omongannya, sepertinya dia memikirkan dahulu apa yang ingin dia katakan, Lia ini memiliki postur tubuh badan yang cukup tinggi, ayolah lia mendaftar jadi model catwalk saja, upsss, hanya doa temanmu saja Lia.
(3) Rahmawati, nah ini nih orang yang lembut banget kalo ngomong, tapi hati-hati kalian akan tutup telinga kalau dengar dia lagi mengomel, suara yang lembut tadi akan berubah menjadi alunan cicitan dari tikus yang terjebak diperangkap. oh iya aku juga mau perkenalin sukunya, tapi aku juga nggak pasti dia itu suku apa, menurut ku sih Jawa tulen ya, klo menurut kalian apa?, ya kita orang nggak taulah, gimana sih ini penulisnya, hahaha iya iya jangan marah-marah.
itu dia teman-teman pertama saya, tapi belum tentu mereka adalah 12+1+2 yang ingin saya ceritakan, ini baru permulaannya saja.
mereka yang 14 orang itu akan aku ungkap satu-satu sesuai dengan sudut pandangku, kalian juga bisa menilai sendiri bagaimana mereka nantinya, tapi nggak boleh terlalu menyimpang ya menilainya, awas aja, eh kok malah ngamcem kita sih?, nggak di baca nih nanti!, eh eh jangan, iya iya terserah kalian saja...
12+1+2
oh iya, ini adalah sebuah kisah realistis, jadi untuk beberapa part yang aku anggap bersifat pribadi akan aku proteksi, kalian bisa tanyakan langsung pwnya lewat email aku
Ntahlah, ini adalah sebuah kisah dimana aku dengan sebuah rasa baru yang aku dapat dari 14 orang berbeda, yang baru coba aku cerna bagaimana aku yang selalu berusaha untuk bisa digapai setiap kami bersama, dan sebuah kesempatan besar dimana masa kuliahku akan terisi dengan berbagai hal menakjubkan yang mereka beri.
12+1+2 nama yang terbentuk begitu saja, dan terkesan unik....
kisah ini dimulia dari 2 tahun yang lalu, tepatnya 2 tahun lebih 4 bulan, 6 hari dan 7 jam serta 15 menit, terhitung sejak awal aku menulis kisah ini, pertemuan disebuah salah satu Universitas Islam di kota medan yang coba bersama kami gandrungi sekarang. satu takdir yang menentukan kami 15 orang dalam suasana kelas yang ramai terikat menjadi satu.
perjalanan untuk bersama tidak secepat itu, memiliki 14 sahabat yang kocak, berbeda beda sifatnya dan juga tingkat kekompakan yang nyelekit setinggi menara eiffel itu nggak gampang, setelah dijalani juga banyak intrik yang terjadi, nah ayo kita mulai kisah ini dari awal.
awalnya, aku hanya mempunyai seorang tempat berbagi, menjadi mahasiswa baru mungkin sangat sulit bagiku, seseorang penyendiri sepanjang hidupnya, pengikat kehidupan pribadi yang komplek bukanlah hal yang cocok untukku mengikat sebuah hubungan apapun itu judulnya.
hanya teman seperjuangan SMA yang menjadi tempat berbagiku, Zahwa Syahputri, nama yang cantik sesuai dengan wajahnya, sang primadona kelas saat di SMA dulu, dengan suara kecilnya dan juga nada yang lembut, kami berdua seperti dua kecoa yang mendiami sudut kelas, belum berani menunjukkan jati diri sebenarnya.
melalui beberapa perkenalan yang menyebalkan, dosen selalu saja menyuruh untuk kami para maba untuk memperkenalkan diri, makinlah kami tersudut dengan status asal sekolah yang sama. Tapi itu tidak berlangsung lama. kami berdua Zahwa dan aku akhirnya mendapatkan teman juga, mereka adalah Mahda, Lia dan Rahmawati.
biar aku deskripsikan satu-satu,
(1) Mahda Mufliha Pulungan, orang yang paling somplak yang pernah aku temui, walaupun sedikit manja tapi dia lebih dewasa dari apa yang kita bisa bayangkan, berbadan bongsor dan juga bemuka blasteran, nggak tau deh blasteran ngambil dari siapa, tapi memang untuk beberapa orang bersuku batak ditakdirkan lahir dengan wajah blasteran, kalau tidak percaya kalian main mainlah ke kota Medan.
(2) Lia Ningsih, dari namanya aja sudah ketahuan kalau Lia ini asli suku Jawa, orangnya nggak jauh beda sama Mahda, hanya saja jika Mahda ceplas ceplos mengenai apa saja dan selalu membuat itu jadi sebuah lelucon, berbeda dengan Lia dia selalu bisa berkilah dalam omongannya, sepertinya dia memikirkan dahulu apa yang ingin dia katakan, Lia ini memiliki postur tubuh badan yang cukup tinggi, ayolah lia mendaftar jadi model catwalk saja, upsss, hanya doa temanmu saja Lia.
(3) Rahmawati, nah ini nih orang yang lembut banget kalo ngomong, tapi hati-hati kalian akan tutup telinga kalau dengar dia lagi mengomel, suara yang lembut tadi akan berubah menjadi alunan cicitan dari tikus yang terjebak diperangkap. oh iya aku juga mau perkenalin sukunya, tapi aku juga nggak pasti dia itu suku apa, menurut ku sih Jawa tulen ya, klo menurut kalian apa?, ya kita orang nggak taulah, gimana sih ini penulisnya, hahaha iya iya jangan marah-marah.
itu dia teman-teman pertama saya, tapi belum tentu mereka adalah 12+1+2 yang ingin saya ceritakan, ini baru permulaannya saja.
mereka yang 14 orang itu akan aku ungkap satu-satu sesuai dengan sudut pandangku, kalian juga bisa menilai sendiri bagaimana mereka nantinya, tapi nggak boleh terlalu menyimpang ya menilainya, awas aja, eh kok malah ngamcem kita sih?, nggak di baca nih nanti!, eh eh jangan, iya iya terserah kalian saja...
12+1+2

And then..?????
ReplyDelete